BeritaBerita Bakti Kominfo

Bakti Kominfo Berpartisipasi Dalam Itu Telecom World 2019

By September 16, 2019 No Comments

Bertempat di Budapest Hungaria, Bakti Kominfo mengikuti gelaran konferensi ITU Telecom World 2019. Konferensi yang diselenggarakan tanggal 9 sampai dengan 12 September 2019 mengambil topik Better Sooner. Konferensi dibuka secara resmi oleh Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban. Konferensi dihadiri antara lain: Angola, Korea Selatan, China, Bangladesh, Burundi, Indonesia dan negara-negara anggota ITU lainnya. Beberapa perusahaan telekomunikasi juga hadir antara lain: KT, Nokia, Equanet dan lain sebagainya.

Sekertaris Jenderal ITU Houlin Zhao memberikan kesempatan kepada Indonesia untuk memberikan paparan dalam sesi forum spesial mengenai Percepatan Transformasi Digital melalui ICT Centric Ecosystem. Dalam paparannya, Sekertaris Jenderal Kemkominfo Niken Widiastuti mengatakan bahwa pemerintah Indonesia dalam 5 tahun terakhir fokus pada penyediaan infrastruktur untuk meningkatkan pertumbuhan dan memeratakan konektivitas. Disampaikan juga bahwa pemerintah telah menyelesaikan koneksi Backbone serat optik di semua kota di Indonesia.

Selain itu bidang lain yang sedang Kemkominfo coba dorong adalah kesetaraan gender. Di era IT sendiri, kesenjangan gender digital antara pria dan wanita dalam penggunaan IT masih lazim. Menurut Laporan Statistik Sosial Budaya yang dirilis tahun lalu, 37,49% wanita memiliki akses ke internet, sedangkan pria memiliki akses yang lebih besar ke internet dengan 42,31%. Demikian diungkapkan Niken Widiastuti. Dalam kesempatan kunjungan ke Pavilion Indonesia, Perdana Menteri Victor Orban menerima cinderamata berupa replika perahu Phinisi yang diserahkan secara langsung oleh Niken Widiastuti.

Pada hari kedua, Indonesia mendapatkan panggung untuk menampilkan Hari Inklusi Indonesia dan memaparkan upaya Indonesia dalam menghadirkan pertumbuhan ekonomi digital secara cepat yang dapat meningkatkan kualitas SDM dan mencapai kesejahteraan yang adil dan inklusif.

Niken Widiastuti, mengatakan, “Kami meyakini bahwa pemerataan pembangunan sektor telekomunikasi harus didasarkan pada pendekatan ekosistem device, network, dan application (DNA) yang memastikan keseimbangan antara supply dan demand.” 

“Beberapa percepatan pembangunan dilaksanakan sebagai bentuk dari afirmasi pemerintah terutama untuk wilayah-wilayah di Indonesia yang tidak feasible dibangun oleh swasta. Palapa Ring dan Satelit Multifungsi adalah 2 contoh diantaranya, dimana Pemerintah dengan sungguh-sungguh berupaya menginklusikan bukan hanya masyarakat di wilayah terpencil, tetapi juga pemenuhan internet cepat untuk layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, agar dapat mengakses layanan broadband.”  

Di Forum yang sama Anang Latif, Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi menyampaikan bagaimana skema pembiayaan melalui kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU/PPP) mengakselerasi pembangunan telekomunikasi di Indonesia. “Dengan terkoneksinya seluruh wilayah di Indonesia, kami dapat bergerak lebih cepat untuk mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi bangsa.” 

Realisasi ini diwujudkan melalui BAKTI dengan proyek Palapa Ring yang mencatat kerja sama pertama kalinya antara Pemerintah dengan badan usaha (KPBU/PPP), yang melibatkan sektor telekomunikasi Indonesia. Palapa Ring bertujuan untuk menghubungkan Indonesia, menutup kesenjangan sosial dan ekonomi dan telah menghadirkan infrastruktur digital yang kuat dan membentang di seluruh negeri. 

Bersama dengan mitra strategisnya: PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk, PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), PT. Mora Telematika Indonesia (Moratelindo), dan PT LEN, dan start-up Ruangguru, Cubeacon, Indonesia Satu Tujuh, Bahaso, Pandi dan Aruna; Kementerian Kominfo menjadikan momentum Hari Inklusi Indonesia di ITU Telecom World 2019 sebagai refleksi keberhasilan sinergitas untuk menggerakkan kepedulian global akan pentingnya inklusi masyarakat dunia dalam ekonomi digital. 

Dalam Ministerial Roundtable ITU Telecom World 2019, Anang Latif, Direktur Utama BAKTI menyampaikan kesuksesan Indonesia mengakselerasi pembangunan infrastruktur telekomunikasi melalui kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU/PPP).

Pembangunan infrastruktur yang dimaksud adalah merumuskan kerangka kerja pendanaan PPP, menentukan skema PPP dengan hasil utama studi pendahuluan dan identifikasi proyek. Kemudian melakukan analisis kerangka kerja kemitraan publik-swasta, dan merumuskan proposal untuk dukungan pemerintah, jaminan, dan lokasi proyek. Terakhir adalah transaksi yang bertujuan untuk melakukan analisis pasar, pendirian badan usaha PPP, persiapan tender, pemberian penawaran, penandatanganan perjanjian PPP, dan penutupan keuangan.

“Penyebaran infrastruktur telekomunikasi merupakan salah satu contoh skema PPP. Selain infrastruktur kami juga berkolaborasi dengan para pelaku industri untuk menghadirkan pertumbuhan ekonomi digital secara cepat yang dapat meningkatkan kualitas SDM dan mencapai kesejahteraan yang adil dan inklusif.” Demikian tambah Anang Latif.

Kemkominfo juga memanfaatkan perhelatan ITU Telecom World 2019 untuk menandatangani MoU kerja sama dengan Huawei. MoU ini bertujuan untuk mengakselerasi pembangunan 5G mendukung solusi Teknologi Komunikasi dan Informatika (ICT) di Indonesia. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat lebih jauh lagi mendukung Indonesia untuk terus maju dan terkoneksi dengan rantai pasokan global. Penandatanganan MoU ini diwakili oleh Niken Widiastuti dan CEO Huawei Indonesia Jacky Chen.

Konferensi ditutup pada tanggal 12 September. Indonesia mendapatkan penghargaan berupa Certificate of Appreciation dan Certificate Recognition of Excellence yang diterima langsung oleh Kepala Divisi Rencana Strategis Ade Sirait.

ITU Telecon World selanjutnya akan dilaksanakan di Hanoi Vietnam pada tanggal 6 sampai dengan 9 September 2020.

Leave a Reply